Sabtu, 01 Desember 2018

ARTERIOSKLEROSIS dan ANTIHIPERLEPIDEMIA


ARTERIOSKLEROSIS
Kita mungkin pernah mendengar istilah tersebut, biasanya berhubungan dengan sejumlah penyakit pada pembuluh darah seperti penyakit darah tinggi, penyakit jantung dan penyakitstroke, namun tidak banyak yang tau apa itu aterosklerosis. Oleh karena itu pada Artikel kali ini akan dijelaskan pengertian aterosklerosis beserta penyebab dan gejala yang ditimbulkannya secara rinci.
Daerah yang mengalami penebalan ini disebut dengan ateroma atau plak aterosklerotik. Daerah ini terisi dengan bahan yang lembut menyerupai keju yang mengandung bahan lemak, terutama jenis kolesterol, sel otot polos dan sel jaringan ikat. Ateroma biasanya terbentuk pada daerah percabangan pembuluh darah, hal ini mungkin dikarenakan turbulensi pada daerah ini dapat menyebabkan cedera pada dinding pembuluh darah sehingga akan lebih mudah mengalami pembentukan ateroma.
Arteri yang mengalami aterosklerosis lama – kelamaan akan kehilangan kelenturannya dan mengalami penyempitan karena ateroma terus tumbuh, kondisi ini disebut sebagai peyakitarteriosklerosis. Arteroma akan mengumpulkan endapan kalsium, hal ini akan menyebabkan arteroma menjadi rapuh dan bisa pecah, apabila darah masuk ke dalam ateroma yang pecah, maka ateroma yang pecah akan menumpahkan kandungan lemaknya dan kemudian memicu pembentukan trombus atau bekuan darah yang mengakibatkan ateroma menjadi semakin besar dan lebih mempersempit pembluh darah.
Bekuan darah tersebut akan menyumbat pembuluh darah akan bisa terlepas kemudian mengalir bersama aliran darah dan akhirnya bisa menyebabkan terbentuknya emboli atau sumbatan pada daerah yang lain.

Aterosklerosis dalah penyempitan atau pengerasan pembuluh darah karena terdapat plak dalam pembuluh darah. Plak ini terbentuk dari kolesterol, lemak, produk  buangan dari sel, kalsium, dan fibrin (bahan yang diperlukan untuk pembekuan darah).
Aterosklerosis ini tidak terbentuk begitu saja, tetapi melalui tahap-tahap yang cukup panjang. Aterosklerosis dimulai dengan  kerusakan pada endotelium (lapisan pada dinding pembuluh darah) yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi, sering merokok, atau karena kolesterol jahat yang tinggi dalam darah. Kerusakan endotel ini kemudian berkembang menjadi terbentuknya plak.
Selanjutnya, ketika kolesterol jahat melewati endotelium yang rusak ini, kolesterol akan memasukin dinding pembuluh darah. Hal ini membuat sel darah putih mengalir ke daerah endotelium yang rusak tersebut untuk membantu mencerna kolesterol jahat. Lama-kelamaan, kolesterol dan sel-sel ini menumpuk dan membentuk plak di dinding arteri. Untuk membentuk plak ini diperlukan waktu yang sangat lama hingga bertahun-tahun.
Plak terbentuk dari kolesterol, sel, dan bahan buangan sel yang menonjol pada dinding pembuluh darah. Plak ini lama-lama akan terus membesar sehingga dapat menyumbat aliran darah. Jika sudah menyumbat aliran darah, maka dapat mengakibatkan Anda menderita penyakit jantung, stroke, dan masalah kesehatan lainnya.
Sumbatan pada pembuluh darah juga dapat pecah secara mendadak sehingga menyebabkan darah membeku di daerah sekitar pembuluh darah arteri yang pecah. Jika hal ini terjadi di otak, maka dapat menyebabkan stroke dan jika terjadi di jantung, maka dapat menyebabkan serangan jantung. Karena prosesnya yang panjang dan memakan waktu bertahun-tahun, sehingga tidak heran jika aterosklerosis ini banyak diderita oleh orang yang sudah berumur.

Penyakit apa yang berhubungan dengan aterosklerosis?

Aterosklerosis dapat terjadi di pembuluh darah arteri mana saja di dalam tubuh, bisa di jantung, otak, lengan, kaki, dan ginjal. Oleh karena itu, penyakit yang ditimbulkan karena aterosklerosis bisa bermacam-macam tergantung di mana pembuluh darah yang terkena. Aterosklerosis dapat menyebabkan penyakit, seperti:

1. Penyakit jantung koroner (PJK)

Penyakit jantung koroner terjadi ketika plak berkembang pada arteri koroner. Pembuluh darah arteri ini membawa darah yang kaya oksigen ke jantung. Plak yang berkembang dalam arteri koroner dapat mempersempit pembuluh darah arteri sehingga mengurangi aliran darah ke otot jantung. Plak juga dapat menyebabkan gumpalan darah terbentuk dalam arteri dan menyebabkan aliran darah tersumbat. Jika aliran darah ke jantung berkurang atau tersumbat, maka Anda akan merasa nyeri pada dada atau bahkan dapat menyebabkan serangan jantung.

2. Penyakit arteri karotis

Penyakit ini terjadi ketika plak menumpuk pada pembuluh darah arteri karotis yang terletak di sisi leher Anda. Arteri ini membawa darah yang kaya oksigen ke otak Anda. Sehingga, jika aliran darah berkurang atau tersumbat karena adanya plak pada arteri karotis, maka Anda dapat mengalami tanda-tanda stroke. Dan jika ada pembuluh darah arteri di otak yang pecah, maka dapat menyebabkan stroke dengan potensi kerusakan otak permanen.

3. Penyakit arteri perifer

Plak yang menumpuk pada arteri perifer dapat menyebabkan penyakit arteri perifer. Arteri perifer adalah arteri yang mengalirkan darah kaya oksigen ke kaki, lengan, dan panggul. Aliran darah yang berkurang atau tersumbat di daerah ini menyebabkan rasa nyeri, mati rasa, dan kadang infeksi.

4. Penyakit ginjal kronis

Penyakit ginjal kronis dapat disebabkan oleh plak yang menumpuk pada arteri ginjal. Jika dibiarkan terus, penyakit ginjal kronis dapat mengganggu fungsi ginjal. Ginjal berfungsi untuk menyaring produk sisa dalam darah dan mengeluarkannya dari tubuh dalam bentuk urin.
ANTIHIPERLEPIDEMIA
Hiperlipidemia adalah suatu keadaan patologis akibat kelainan metabolisme lemak darah yang ditandai dengan meningginya kadar kolesterol darah (hiperkolesterolemia), trigliserida (hipertrigliseridemia) atau kombinasi keduanya. Dari beberapa penelitian, hiperkolesterolemia dapat mempertinggi risiko morbiditas dan mortalitas penyakit jantung koroner (PJK), sedangkan hipertrigliseridemia meningkatkan kasus nyeri perut dan pankreatitis. Sebaliknya usaha menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida darah menunjukkan turunnya kemungkinan terkena serangan penyakit jantung koroner.
Pada umumnya hiperkolesterolemia atau hipertrigliseridemia ringan masih dapat dikendalikan dengan hanya melakukan diet rendah lemak jenuh dan rendah kalori. Namun pada kasus berat dan/atau bersifat herediter yang sering menyerang pada usia muda, maka diet saja tentu kurang adekuat dan seharusnya digunakan obat-obat antihiperlipidemia yang mampu mengendalikan kadar plasma kolesterol, trigliserida atau keduanya dengan baik. Pengendalian ini dituntut seumur hidup, sehingga obat antihiperlipidemia pun digunakan dalam jangka panjang pula.
Sebenarnya inti dari kelainan patologis pada hiperlipidemia ini adalah kegagalan transportasi dan pengelolaan lipid yang terdiri dari kolesterol; trigliserida, fosfolipid dan asam lemak bebas. Dalam hal ini kolesterol dan trigliserida memegang peran kunci, karena pengaturan kadar fosfolipid dan asam lemak bebas tergantung padanya; selain itu pada ateroma pembuluh darah sedang dan besar ditemukan timbunan kolesterol pada tunika intima dengan manifestasi klinis berupa PJK, strok dan se-bagainya. Selain itu transportasi lipid dalam darah sebagian besar terikat dengan protein (apoprotein) yang membentuk kompleks berbentuk sferis dengan berbagai densitas dan sifatnya (lipopro-tein). Perbedaan ini secara Minis dapat menolong dalam menentukan pilahan hiperlipidemia.
Tingginya kadar low density lipoprotein (LDL) selalu ditemukan pada PJK. Oleh sebab itu pemahaman metabolisme lipid dan mekanisme kerja obat anti-hiperlipidemia yang memungkinkan penggunaan obat secara rasional sangat menolong dalam terapi hiperlipidemia beserta penyulitnya. Dalam tulisan ini akan dibahas secara mendetil fisiologi metabolisme lipid dan faktor penyebab kelainannya yang dikaitkan dengan intervensi obat antihiperlipidemia dengan menjelaskan mekanisme kerja obat terpilih untuk masing-masing jenis hiperlipidemia serta efek samping yang dapat timbul akibat pemakaian jangka panjang.
Dalam penanganan penyakit hiperlipidemia ini dapat berupa dari obat sintesisi dan tumbuhan Pada umumnya intervensi obat antihiperlipidemia ini adalah untuk memperkuat diet ketat lemak, atau individu yang memang tidak memberikan respon dengan diet saja. Sebelum dimulai pengobatan, harus dipastikan dulu penyebab timbulnya hiper-lipidemia. Sebab hiperlipidemia sering terjadi akibat keadaan patologis lainnya seperti diabetes mellitus, hipotiroidea atau alkoholisme. (hiperlipidemia sekunder) Berdasarkan jenis lipid yang diturunkan kadar plasmanya, obat antihiperlipidemia dapat digolongkan menjadi :
1)Antihiperkolesterolemia : Resin (kolestiramin, kolestipol), Niacin, Neomisin sulfat, Probukol, Fibrat, Lovastatin, Dekstrotiroksin.
2)Antihipertrigliserida : Fibrat (Klofibrat, Gemfibrozil, Fenofibrat, Bezafibrat), Niacin, Fish Oil,
Kombinasi. Masing-masing antihiperlipidemia di atas hanya mampu
menurunkan kadar kolesterol atau trigliserida saja, kecuali niacin yang dapat menurunkan kadar kedua lipid tersebut. Akan Tetapi penggunan jenis-jenis obat ini mempunyai efek samping. Contohnya, Niacin menyebabkankulit panas dan gatal sangat mengganggu sekali pada pemakaian setelah 1-2 jam obat ini, sehingga sering kali pasien berhenti minum obat. Klofibrat, berupa nyeri lambung, mual muntah, diare dan bertambahnya berat badan. Obat ini dapat meningkatkan insiden kolelitiasis (2-3 X lipat) dan kematian akibat karsinoma karena efek perangsangan sekresi empedu, sehingga penggunaan-nya sangat dibatasi. Sehingga penggunaan obat dari bahan alami yaitu tumbuhan lebih aman dan tidak kalah hebatnya dengan obat sintesis. Beberapa jenis tumbuhan berkhasiat obat yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi kolesterol tinggi antara lain :
1. Jati Belanda (Guazuma ulmifolia Lamk)
3. Tempuyung (Sonchus arvensis L)
4. Belimbing manis (averhoa carambola L)
5. Kemuning (Murraya paniculata (L) Jack)

2. Asam Jawa (Tamarindus indica L

6. Jamur Linchi
7. Pare
8. Seledri
9. Wortel
10. Apukat
11. Rumput laut
12. Bawang merah
13. Bawang Putih (Allium sativum L.)
14. Temu lawak (Curcuma xanthorrhiza)
15. Buncis
16. Morbei
17. Sirih
18. Ankak
19. Labu siam
20. Sambiloto
21. Jamur kuping putih
22. Kunyit (Curcuma longa L.)
23. Terung Ungu (Solanum melongena)
24. Daun Salam (Syzigium polyanthum Walp.)
25. Daun jambu biji (Psidium guajava)
26. Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L.)
27. Bawang Bombay & Bawang merah (Allium cepa L.)
28. Jamur kuping hitam (Auricularia sp.)
29. Rumput Laut (Laminaria japonica)
30. Daun Dewa (Gynura segetum [Lour] Merr.)
31. Daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens Back.)


Pertanyaan :

1.Bagaimana terjadinya gejala aterosklerosis ?
2. Bagaimana tindakan awal agar terhindar dari aterosklerosis ?
3. Kenapa kadar hiperlipidemia di dalam tubuh harus diturunkan ?
4. Apa hubungan lipoprotein dengan hiperlipidemia ?




18 komentar:

  1. asteroklorosis dapat terjadi karena adanya penumpukan plak para dinding oembuluh darah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar Bernike,dengan penumpukann plak pada dinding pembuluh darah yang terjadi pada Arteri yang mengalami aterosklerosis lama – kelamaan akan kehilangan kelenturannya dan mengalami penyempitan karena ateroma terus tumbuh, kondisi ini disebut sebagai peyakit arteriosklerosis.

      Hapus
  2. Saya akan menjawab pertanyaan nmor 1
    asteroklorosis dapat terjadi karena adanya penumpukan plak para dinding pembuluh darah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih irma, mungkin penjelasan lebih lanjutnya bisa dilihat dari jawaban untuk Bernike yaa, dikarenakan jawaban irma dan bernika berkesinambungan, terimakasih :).

      Hapus
  3. Salah satunya mengatur pola hidup dan pola makan

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya lexsa, namun menjaga pola makan tidaklah cukup untuk mengambil tindakan awal dalam mencegah penyakit aterosklerosis, hal tersebut juga harus di selingi dengan olahraga yang rutin minimal 15-30 menit dalam sehari :)

      Hapus
    2. Ya, benar sekali tidak hanya ditentukan pola hidup? Tetapi banyak lagi faktornya , sejarah keluarga juga dapat penyebabkan aterosklerosis

      Hapus
  4. Hallo Aurora, saya mencoba menjawab pertanyaan yg no 1. Aterosklerosis itu sendiri adalah penyempitan dan penebalan arteri karena penumpukan plak pada dinding arteri. Penumpukan plak tersebut terjadi saat lapisan sel pada dinding dalam arteri (endothelium) yang bertugas menjaga kelancaran aliran darah mengalami kerusakan. Aterosklerosis dapat terjadi pada arteri di bagian tubuh mana pun, seperti otak, ginjal, atau kaki, serta dapat memicu masalah kesehatan di bagian-bagian tersebut.

    BalasHapus
  5. Hallo Aurora.
    Saya akan menjawab pertanyaan nomor 1.
    Gejala aterosklerosis baru akan terasa ketika arteri sudah sangat menyempit dan menghambat peredaran darah menuju jaringan atau organ tubuh. Gejala yang muncul tergantung pada lokasi terjadinya ateriosklerosis, di antaranya:
    - Aterosklerosis pada tangan dan kaki; menimbulkan nyeri saat berjalan (klaudikasio).
    - Aterosklerosis pada ginjal; menyebabkan gagal ginjal dan tekanan darah tinggi.
    - Aterosklerosis pada jantung; menyebabkan nyeri dada (angina).
    - Aerosklerosis pada otak; mengakibatkan tangan dan kaki lemah atau kaku, kesulitan bicara, otot wajah melemah, atau kehilangan penglihatan sementara pada salah satu mata

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Saya akan menjawab pertanyaan nmor 1
    asteroklorosis dapat terjadi karena adanya penumpukan plak para dinding pembuluh darah

    BalasHapus
  8. Sangat bermanfaat sekali artikelnya

    BalasHapus
  9. Baiklah saya akan bantu jawab no 2
    Dimana dengan hidup sehat dan olahraga dapat memicu tidak terjena arteoklorosis

    BalasHapus
  10. Hay Aurora terima kasih artikelnya sangat membantu

    BalasHapus
  11. Artikel yang sangat bermanfaat. terimakasih :)

    BalasHapus
  12. Terimakasih sdh mmbntun sy untuk memahami

    BalasHapus
  13. hy aurora artikel anda sangat membantu saya
    terimakasih

    BalasHapus