Senin, 18 Februari 2019

HENNA ( Cantik Juga Harus Hati-Hati Girls !!!)


HENNA ( Cantik Juga Harus Hati-Hati Girls !!!)



Henna telah digunakan sebagai kosmetim sejak 5000 tahun yang lalu dan masih digunakan hingga sekarang, henna merupakan tumbuhan alami dengan latin Lawsonia inermis yang daunnya di tumbuk dan telah digunakan sejak zaman Mesir Kuno, awalnya penggunaan henna untuk mempercantik kulit tubuh dan menjadi elemen penting pada suatu acara pernikahan dimana tangan dan kaki akan dilukis dengan motif-motif tertetu.

Henna mulai masuk ke Indonesia sebagai budaya yang dibawa oleh orang-orang  Timur Tengah khususnya untuk melukis tangan. Saat ini tren penggunaan henna semakin meluas, tidak hanya untuk melukis tangan di hari istimewa, henna kerap juga digunakan untuk mewarnai kuku dan rambut untuk mempercantik penampilan. Di Indonesia, tanaman ini dikenal sebagai inai dan sering di jadikan tato temporer yang dapat bertahan selama tiga hari hingga beberapa minggu lamanya tergantung dari jenis pewarna yang digunakan dan kondisi kulit( Morief, 2019).
Warna asli hena yang dihasilkan adalah perpaduan antara orange, coklat, dan merah. Demi menghasilkan warna yang lebih gelap dan hasil tato yang lebih lama, ada zat-zat lain yang ditambahkan.
Meski berasal dari tumbuhan, henna tidak sepenuhnya aman bagi kesehatan. Sebab untuk membuat tinta yang akan digunakan sebagai tato temporer, dibutuhkan campuran zat-zat pewarna lainnya. Zat tambahan yang mungkin terkandung pada henna hitam adalah tar batubara. Nama kimianya adalah p-phenylenediamine, atau lebih dikenal dengan PPD.
p-phenylediamine merupakan salah satu benzena, suatu hidrokarbon aromatis yang mengikat dua gugus amina. Memiliki toksisitas rendah, tetapi bisa meledak jika dalam glanular bercampur dengan udara meski stabil pada suhu tinggi,  dan jika dipanaskan terdekomposisi dan menghasilkan oksida nitrogen. Reaksi yang dihasilkan sangat berbahaya, terlebih reaksi dengan oksida dan basa kuat. penggunaanya pun harus dibatasi, karena dapat menyebabkan karsiogenik(memicu sel kanker) dan alergi dan sensitif pada kulit, mata serta pernapasan. PPD merupakan senyawa yang tidak berwarna tetapi mempunyai warna yang kaya ketika bereaksi dengan oksigen yang terkandung dalam bahan-bahan pewarna rambut atau henna seperti hidrogen peroksida.
Terdapat faktor resiko yang ditimbulkan akibat penggunaan tato henna yang dioleskan pada kulit. Alergi kulit adalah salah satu kondisi penyakit yang bisa muncul.
Alergi adalah istilah umum untuk berbagai macam reaksi terhadap bahan-bahan seperti serbuk sari, buhu kucing, dan bahan-bahan lain yang oleh tubuh kita dianggap sebagai benda asing. Alergi diakibatkan oleh sistem kekebalan tubuh yang hipersensitif. Sistem kekebalan tubuh ini keliru mengidentifikasi bahan yang tidak berbahaya sebagai bahan yang berbahaya, dan menyerang dengan kekuatan yang jauh lebih besar daripada yang diperlukan(Robertus, 2009).
Reaksi alergi yang mungkin terjadi dapat berupa peradangan di kulit setelah 1-2 minggu, resiko lain yaitu kulit melepuh. Bekas peradangan dapat meninggalkan luka parut yang dalam. Kemungkinan lain adalah kulit menjadi lebih peka terhadap sinar matahari dan gangguan pigmen pada kulit.

 
Ada beberapa tips aman sebelum menggunakan hena:
1. Melakukan tes alergi sebelum menggunakan langsung pada kulit.
2. Tidak menggunakan pada kulit yang sensitif
3. Usahakan mengetahui kandungan bahannya dengan membaca kemasan
4.Jika menampakkan reaksi tertentu setelah mengaplikasikan henna, seperti perih, sensasi terbakar, atau muncul luka melepuh di kulit, segera ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.
Tato henna memang cantik, sebaiknya hati-hati sebelum memakainya. Jangan sampai keindahan goresan henna mengorbankan kesehatan kulit Anda.

Sumber:

Huda, T. 2009. PARA-PHENYLENEDIAMINE (PPD)


Robertus, A.D. 2009. Med Express Seri Penyembuhan Alami: Bebas Alergi. Yokyakarta.   Kansisus.

Morief, A. 2019. Henna Design Untuk Pernikahan, Life Style, dan Special Events. Jakarta. PT. Gramedia Pustaka Utama.