HENNA
( Cantik Juga Harus Hati-Hati Girls !!!)
Henna telah digunakan sebagai
kosmetim sejak 5000 tahun yang lalu dan masih digunakan hingga sekarang, henna
merupakan tumbuhan alami dengan latin Lawsonia
inermis yang daunnya di tumbuk dan telah digunakan sejak zaman Mesir Kuno,
awalnya penggunaan henna untuk mempercantik kulit tubuh dan menjadi elemen
penting pada suatu acara pernikahan dimana tangan dan kaki akan dilukis dengan
motif-motif tertetu.
Henna mulai masuk ke Indonesia
sebagai budaya yang dibawa oleh orang-orang Timur Tengah khususnya untuk melukis tangan.
Saat ini tren penggunaan henna semakin meluas, tidak hanya untuk melukis tangan
di hari istimewa, henna kerap juga digunakan untuk mewarnai kuku dan rambut
untuk mempercantik penampilan. Di Indonesia, tanaman ini dikenal sebagai inai
dan sering di jadikan tato temporer yang dapat bertahan selama tiga hari hingga
beberapa minggu lamanya tergantung dari jenis pewarna yang digunakan dan
kondisi kulit( Morief, 2019).
Warna asli hena yang dihasilkan adalah perpaduan antara
orange, coklat, dan merah. Demi menghasilkan warna yang lebih gelap dan hasil
tato yang lebih lama, ada zat-zat lain yang ditambahkan.
Meski berasal dari tumbuhan, henna tidak sepenuhnya aman
bagi kesehatan. Sebab untuk membuat tinta yang akan digunakan sebagai tato
temporer, dibutuhkan campuran zat-zat pewarna lainnya. Zat tambahan yang
mungkin terkandung pada henna hitam adalah tar batubara. Nama kimianya
adalah p-phenylenediamine, atau lebih dikenal dengan PPD.
p-phenylediamine merupakan salah satu
benzena, suatu hidrokarbon aromatis yang mengikat dua gugus amina. Memiliki
toksisitas rendah, tetapi bisa meledak jika dalam glanular bercampur dengan
udara meski stabil pada suhu tinggi, dan
jika dipanaskan terdekomposisi dan menghasilkan oksida nitrogen. Reaksi yang
dihasilkan sangat berbahaya, terlebih reaksi dengan oksida dan basa kuat.
penggunaanya pun harus dibatasi, karena dapat menyebabkan karsiogenik(memicu
sel kanker) dan alergi dan sensitif pada kulit, mata serta pernapasan. PPD
merupakan senyawa yang tidak berwarna tetapi mempunyai warna yang kaya ketika
bereaksi dengan oksigen yang terkandung dalam bahan-bahan pewarna rambut atau
henna seperti hidrogen peroksida.
Terdapat faktor resiko yang ditimbulkan akibat penggunaan
tato henna yang dioleskan pada kulit. Alergi kulit adalah
salah satu kondisi penyakit yang bisa muncul.
Alergi adalah istilah umum untuk berbagai macam reaksi
terhadap bahan-bahan seperti serbuk sari, buhu kucing, dan bahan-bahan lain
yang oleh tubuh kita dianggap sebagai benda asing. Alergi diakibatkan oleh
sistem kekebalan tubuh yang hipersensitif. Sistem kekebalan tubuh ini keliru
mengidentifikasi bahan yang tidak berbahaya sebagai bahan yang berbahaya, dan
menyerang dengan kekuatan yang jauh lebih besar daripada yang diperlukan(Robertus,
2009).
Reaksi alergi yang mungkin terjadi dapat berupa
peradangan di kulit setelah 1-2 minggu, resiko lain yaitu kulit melepuh. Bekas
peradangan dapat meninggalkan luka parut yang dalam. Kemungkinan lain adalah
kulit menjadi lebih peka terhadap sinar matahari dan gangguan pigmen pada
kulit.
Ada beberapa
tips aman sebelum menggunakan hena:
1. Melakukan tes
alergi sebelum menggunakan langsung pada kulit.
2. Tidak
menggunakan pada kulit yang sensitif
3. Usahakan
mengetahui kandungan bahannya dengan membaca kemasan
4.Jika
menampakkan reaksi tertentu setelah mengaplikasikan henna, seperti perih,
sensasi terbakar, atau muncul luka melepuh di kulit, segera ke rumah sakit
untuk mendapatkan pertolongan.
Tato henna memang cantik, sebaiknya hati-hati sebelum memakainya. Jangan sampai
keindahan goresan henna mengorbankan kesehatan kulit Anda.
Sumber:
Huda, T.
2009. PARA-PHENYLENEDIAMINE (PPD)
Robertus, A.D. 2009. Med Express Seri
Penyembuhan Alami: Bebas Alergi. Yokyakarta.
Kansisus.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar