Sabtu, 24 November 2018

Love PHARMACOPHORE



Pharmacophore

 Farmakofor atau pharmacophore adalah konfigurasi spasial fitur penting yang memugkinkan molekul ligan untuk berinteraksi dengan reseptor target tertentu. Dengan tidak adanya struktur reseptor dikenal, farmakofor dapat diidentifikasi dari suatu sel ligan yang telah diamati untuk berinteraksi dengan reseptor sasaran. Sebuah farmakofor didefinisikan sebagai susuanan 3D fitur yang sangat penting untuk molekul ligan untuk berinteraksi dengan reseptor target dalam situs pengikatan tertentu. 
Setelah diidentifikasi, farmakofor dapat  berfungsi sebagai model penting untuk screening virtual , terutama dalam kasus dimana struktur 3D dari reseptor tidak diketahui dan teknik docking yang tidak berlaku (Dror, et al, 2010). 
Farmakofor merupakan posisi geometrik tiga dimensi dari gugus-gugus yang terdapat di dalam suatu ligan yang membentuk suatu pola yang unik yang dapat dikenali oleh reseptor secara spesifik yang bertanggung-jawab terhadap proses pengikatan ligan dengan suatu reseptor dan aktivasi reseptor tersebut (Thomas, 2007).

Identifikasi Farmakofor
1. Menentukan ikatan antara gugus dengan molekul obat (3 Dimensi)
2. Konformasi aktif suatu molekul
3. Gugus molekul yang akan berikatan dengan reseptor
4. Penting untuk desain obat
5. Penting untuk penemuan obat

Jenis Ikatan di Farmakofor :
1.HBA (Hydrogen Bond Acceptor)
2.HBD (Hydrogen Bond Donor)
3.Ikatan Van der Waals
4.Ikatan Ion

Pendekatan farmakofor telah menjadi salah satu alat utama dalam penemuan obat. Berbagai metode berbasis ligan dan berbasis struktur telah dikembangkan untuk permodelan farmakofor yang lebih baik dan telah berhasil dan diterapkan luas. Fitur pendekatan farmakofor ini diharapkan dapat memperkecil waktu dan biaya dalam penemuan dan perkembangan obat baru. Fitur khas pada farmakofor yaitu : Sentral hidrofobik, cincin aromatik, akseptor atau donor hidrogen, kation dan anion. Titik farmakofer ini bisa saja terletak pada ligand itu sendiri atau bias terletak di reseptor.

STRUKTUR FARMAKOPOR 3D

Mendefinisikan posisi relatif di ruang kelompok pengikat penting.Pengetahuan tentang farmakofor, ataupengaturan3D-fitur padamolekul biologis yang aktif bertanggung jawab atas aktivitas farmakologisnya dapat membantu pencarian dan perancangan obat baru.
Konsep farmakophore banyak digunakan di zaman modern desain obat dan umumnya didefinisikan sebagai 3D mengatur fitur tertentu dan yang bertanggung jawab untuk aktivitas melawan target protein tertentu

Salah satu metode farmakofor yaitu metode ligand-based pharmacophore modeling yaitu dengan cara mengimpit/menggabungkan molekul aktif pada obat dan menggali ikatan kimia yang penting untuik aktivitasnya. Metode structure-based-pharmacophore designi  dapat dilakukan dengan cara melihat interaksi antara target atau reseptor dengan makromolekul ligannya Pada metode structure-based pharmacophore design,  dalam hal untuk pemodelan farmakofor, tahap selanjutnya yaitu diskrining secara virtual Metode ini bertujuan agar mendapatkan kandidat obat yang aktif sehingga dapat dijadikan dasar dalam pengujian aktivitas yang lebih lanjut. Selanjutnya, setelah itu dapat dilihat melalui aplikasi LigandScout yang akan memberikan hasil berupa basis kompleks antara ligand an makromolekul. Metode structure-based pharmacophore design sendiri dibagi menjadi 2 sub kategori, yaitu berbasis kompleks ligan dan makromolekul serta berbasis makromolekul (tanpa ligan) (Yang, 2011).


DAFTAR PUSTAKA

Dror, Orant, et al. 2010. A Novel Approach Efficient Pharmacophore Based Virtual Screening. Available at http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2767445 [ Diakses pada 14  Oktober 2017].

Thomas, E, et al. 2007. Identification anfd Preiiminary StructureActivity Relationship, Journal Of Natural Product , Vol 7 (8): 1278-1282.

Yang., P., Liu H.-C., Chen Y.-D., Yuan H.-L., Sun S.-L., Gao Y.-P., Yang P., Zhang L., Lu T., and Lu S. 2011. Combined Pharmacophore Modeling, Docking, and 3DQSAR Studies of PLK1 Inhibitors, Int. J. Mol. Sci.12, 8713-8739.


PERTANYAAN
1.Apa fungsi utama farmakofor ?
2.Apa tujuan dari metode Farmakopor?
3.Bagaimana proses pengembangan model farmakopor?
4.Bagaimana cara mendesain suatu obat baru dari suatu senyawa yang sudah di ketahui kegunaanya?
5.Apa yang di maksud dengan HBA dan HBD ?

114 komentar:

  1. Baiklah saya akan mencoba menjawab
    pertanyaan nomor 2 yaitu
    1.Mengetahui Suatu gugus-gugus yang penting dengan berikatan suatu reseptor
    2.Mengetahui posisi 3 dimensi dari suatu molekul-molekul
    3.untuk mengetahui konformasi aktif
    4.untuk merancang atau mendesign dari suatu obat
    5.Penting untuk penemuan suatu obat baru

    BalasHapus
  2. Baiklah saya akan mencoba menjawab
    pertanyaan nomor 2 yaitu
    1.Mengetahui Suatu gugus-gugus yang penting dengan berikatan suatu reseptor
    2.Mengetahui posisi 3 dimensi dari suatu molekul-molekul
    3.untuk mengetahui konformasi aktif
    4.untuk merancang atau mendesign dari suatu obat
    5.Penting untuk penemuan suatu obat baru

    BalasHapus
  3. Hayy aurora saya coba bantu jawab pertanyaan nomor 1 yaa
    Farmakofor merupakan deskripsi abstrak dari fitur molekul yang penting untuk rekognisi molekul ligan berdasarkan fungsi makromolekul biologisnya.

    BalasHapus
  4. Terima kasih Aurora. Artikelnya sangat membantu dan bermanfaat sekali

    BalasHapus
  5. Jawaban 1
    untuk menjelaskan struktur senyawa yang penting untuk pengikatan dengan reseptor dan menghasilkan farmakofor yang dapat digunakan untuk mengukur fitur struktur dari reseptor obat yang penting untuk aktivitas biologisnya dengan melihat aspek yangberperan terhadap proses pengikatannya.

    Jawaban 2
    Gugus farmakofor penting (gugus fungsi), yaitu bagian molekul obat yang dapat memberikan aksi farmakologi. jd fungsi utama nya adalah mengetahui apakah suatu senyawa memiliki efek farmakologis atau tidak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih telah membantu Bang Peter..

      Hapus
    2. Waww, jawaban yang sangat detail, Terimakasih Peter

      Hapus
  6. Hai Aurora, saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 2. Tujuan pharmacopore utk mengetahui bagian aktif dri suatu obat shg dpt dgunakan utk identifikasi obat baru. Di era skrg ada bbrp aplikasi utk desain obat baru seperti COMPUTER ASSISTED DRUG DESIGN (CADD) merupakan aplikasi komputer lebih terkini sebagai perangkat dalam proses desain obat. Aplikasi langsung dari CADD yakni mengoptimalkan kesesuaian ligan dengan suatu bagian aktif (site) pada reseptor, yg sudah saya singgunf sedikit di blog saya "review pharmacophore" silahkan mampir.

    BalasHapus
  7. Hy aurora saya akan mencoba menjawab nomor 5,
    1. Pilih satu set ligan pelatihan
    2.Analisis konformasional
    3.Superimposisi molekul
    4.Abstraksi
    5.Validasi
    Terimakasih semoga membantu

    BalasHapus
  8. Terimakasih aurora, artikelnya sangat membantu sekali. Semoga lebih baik kedepannya

    BalasHapus
  9. Tujuan farmakofor:
    1. Menemukan gugus penting yang berikatan dengan reseptor
    2. Menemukan posisi relatif dalam ikatan gugus
    3. Untuk mengetahui konformasi aktif
    4. Penting untuk mendesain obat
    5. Penting untuk menemukan obat baru

    BalasHapus
  10. Terimakasih kak, artikel nya sangat bermanfaat 👍🙂

    BalasHapus
  11. Hai aurora, artikelnya sangat bermanfaat. Ditunggu artikel selanjutnya

    BalasHapus
  12. Artikel nya sangat bagus, semoga kedepannya bisa saling bertukar informasi dan ilmu. 👍🏼

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih, semoga artikel selanjutnya juga dapat membantu

      Hapus
  13. Hello kakk, saya akan coba membantu menjawab pertanyaan no.4 :
    1. Mencari senyawa penuntun (lead compound)
    2. Manipulasi molekul (modifikasi molekul atau modifikasi struktur)
    3. Merumuskan hubungan kuantitatif sementara antara strktur-aktivitas biologis dari senyawa yang jumlahnya terbatas dengan menggunakan statistik analisis regresi.

    BalasHapus
  14. Halo Aurora, saya akan membantu menjawab soal no 2, jawabannya :

    1. Menentukan ikatan antara gugus dengan molekul obat (3 Dimensi)
    2. Konformasi aktif dari suatu molekul
    3. Gugus molekul yang akan berikatan dengan reseptor
    4. Penting untuk desain obat
    5. Penting untuk penemuan obat

    BalasHapus
  15. Hallo Aurora Dwi Mitra. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan di atas. HBA merupakan singkatan dari Hydrogen Bond Acceptor. Maaf hanya ini yang datang saya bantu

    BalasHapus
  16. Terimakasih telah membantu ,artikel yang ditulis membantu menjawab tugas kuliah saya .

    BalasHapus
  17. Hay Aurora,, artikelnya sangat bagus sekali, dan sangat mudah dipahami..terimakasih

    BalasHapus
  18. Hai kak aurora, saya akan membantu menjawab soal pertama yakni fungsi farmakofor untuk menjelaskan struktur senyawa yang penting untuk pengikatan dengan reseptor dan menghasilkan farmakofor yang dapat digunakan untuk mengukur fitur struktur dari reseptor obat yang penting untuk aktivitas biologisnya dengan melihat aspek yangberperan terhadap proses pengikatannya.

    BalasHapus
  19. Hai aurora, izinkan saya mencoba menjawab.
    Fungsi farmakofor:
    1. Mendifinisikan gugus penting yang berikatan dengan reseptor
    2. Menentukan struktur 3 dimensi dari suatu molekul
    3. Untuk mengetahui komformasi aktif
    4. Penting untuk desain Obat
    5. Penting untuk menemukan obat baru.

    BalasHapus
  20. cara identifikasi farmakofor :
    Tahapan pertama adalah tahapan identifikasi dan produksi senyawa aktif baru yang disebut senyawa induk atau senyawa penuntun (lead compound). Senyawa tersebut dapat diperoleh dari sintesis kimia, isolasi sumber bahan alam atau dari proses bioteknologi.

    Tahapan kedua adalah tahapan optimasi yaitu tahapan sintesis modifikasi senyawa induk agar diperoleh senyawa yang lebih poten. lebih selektif dan efek toksik yang minimal. Termasuk tahapan ini adalah penentuan dan analisis hubungan struktur dengan aktivitas biologik senyawa-senyawa hasil modirlkasi.

    Tahapan ketiga adalah optimasi proses sintesis dalam jumlah . besar senyawa terpilih dan modiilkasi untuk sifat farmakokinetik dan farmasetik agar menjadi lebih sesuai untuk pemakaian klinik. Termasuk tahapan ini adalah pembuatan formulasi agar absorpsi lebih baik, lebih larut dalam air ataupun untuk lepas lambat. Selain itu juga untuk menghilangkan beberapa sifat yang tidak menyenangkan bagi pasien seperti rasa yang tidak eilak, efek iritasi lambung atau rasa sakit pada pember ian parenteral

    Sukses buatmu kedepannya salam dari mantan tetangga kost

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penjelasan yang sangat Baik ,
      Terimakasih telah berkunjung :))

      Hapus
  21. Perkenalkan saya iin dwi dari uin suska riau. Hanya bisa membantu kepanjangan dari HBD adalah hydrogen bond donor terimakasih

    BalasHapus
  22. Hai Aurora, tulisay Sangat bermanfaat. Mau nanya dong kelebihan dari metode identifikasi farmakopor ini apa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo kharina, kelebihan dari metode ini yaitu dapat mengetahui struktur dr obat itu sendiri tentunya jika mau menentukan struktur baru dari turunannya.Selain itu juga untuk menghemat biaya penelitian dan waktu yang digunakan dalam meneliti ata mendesaign obat baru, Terimakasih.

      Hapus
  23. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  24. Masyaaallah... Makasih Aura, artikel nya bermanfaat banget. Semangat semangat berbagi ilmu selalu !! ^^

    BalasHapus
  25. Terima kasih sudah menulis , artikel yg sangat menarik, dsni sya akan coba jwb pertanyaan no 3 ada 2 langkah pengembangan model farmakofor
    1. pemilihan sekumpulan ligan aktif yang diketahui untuk terikat pada target yang sama (daerah pengikatan yang sama)
    2. analisis konformasi untuk mengembangkan farmakofor 3D yang umum dan Penentuan Query Pharmacophore dengan menggunakan Molecular Operating Environment (MOE)

    BalasHapus
  26. Baik saya Afiq Kurniawan inginkan menyempurnakan jawaban pertanyaan nomor 4 cara mendesain suatu obat baru dari suatu senyawa yang sudah di ketahui kegunaanya, yaitu dengan
    -. Hasil analisis regresi kemudian dievaluasi dan merancang sejenisnya untuk mengembangkan dan menyempurnakan hubungan tersebut
    -. Merancang penggunaan bentuk sediaan obat yang sesuai.
    -. Merancang aturan dosis yang sesuai
    -. Evaluasi Klinik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih telah menyempurnakan jawaban yang ada Afiq :))

      Hapus
  27. Uwo cubo jawab
    1. Fungsinya mencari jati diri wkwkwkkkkk
    2. Tujuannya kesuksesan
    3. Proses nya dijalani saja
    4. Ya d buat lah, mana bisa kalo tanya saja kalo tidak d buat
    5. HBA gubernur Jambi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh juga nih. Kadang pelru di bawa sante bro haha 😅

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    3. Baik, terimakasih telah membaca artikel yang ditulis

      Hapus
  28. Apakah metode farmakofor sudah paling tepat untuk penemuan obat? atau ada metode yg lebih baik lagi untuk penemuan obat?

    BalasHapus
  29. Assalamu'alaikum artikel nya sangat bagus sekali aurora.
    Baiklah saya akan coba menjawab pertanyaan nomor :
    2. Apa tujuan dari metode farmakopor?
    > Untuk mengetahui bagian dari struktur obat yang aktif
    > Untuk menentukan efek dari suatu obat
    > Untuk memudahkan membuat desain obat baru

    5. Apa yang dimaksud dengan HBA dan HBD?
    > HBA (Hydrogen Bond Acceptor) : Adalah suatu pasangan elektron bebas dari reseptor untuk menerima ikatan hidrogen bebas
    > HBD (Hydrogen Bond Donor) : Mendonorkan pasangan elektron bebas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jawaban yang sangat membantu Nur, terimakasih telah berkunjung, semangat untuk kedepannya

      Hapus
  30. Hai raaa, artikelnya sangat membantu, terima kasih banyak yaa

    BalasHapus
  31. Hallo Aurora... Artikelnya bagus banget . Thanks a lot for this article. :)

    BalasHapus
  32. Artikelnya bagus sekali mbak Aurora , sangat bermanfaat :)

    BalasHapus
  33. Hay aurora pemaparan nya bagus,bisa ditingkatkan lagi agar bisa lebih bermanfaat

    BalasHapus
  34. Hai aurora saya coba membantu menjawab no 5
    1. Pilih satu set ligan pelatihan
    2.Analisis konformasional 
    3.Superimposisi molekul 
    4.Abstraksi 
    5.Validasi 
    Terimakasih semoga membantu

    BalasHapus
  35. Hai auror
    Penjelasannya sangat membantu
    Terimakasih :)

    BalasHapus
  36. Saya menangkap poin yang Anda paparkan di atas, di sini saya mendapat tambahan ilmu untuk diimplementasikan dalam proses pendidikan saya saat ini.

    BalasHapus
  37. Haii aurora, artikelnya sangat membantu saya dlm mengerjakan tgs yg ada, kalau boleh bertanya bagaimanasih menurut aura cara kita mengindentifikasi farmakofor itu? Tolong di bantu jawab ya, terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baik mega, cara identifikasi farmakFarm yaitu:
      1. Menentukan ikatan antara gugus dengan molekul obat (3 Dimensi)
      2. Konformasi aktif suatu molekul
      3. Gugus molekul yang akan berikatan dengan reseptor
      4. Penting untuk desain obat
      5. Penting untuk penemuan obat

      Hapus
  38. Tujuan identifikasi farmakofor adalah untuk menemukan gugus penting yang berikatan dengan reseptor sehingga dapat dimodifikasi dan menghasilkan efek yang berbeda, Menemukan posisi relatif dalam ikatan gugus, Untuk mengetahui konformasi aktif, supaya dapat digunakan untuk mendesain obat dan juga untuk menemukan obat baru..
    Terima kasih semoga jawaban sy dpt membantu anda..

    BalasHapus
  39. HBA adalah Hydrogen Bond acceptor, penerima ikatan hidrogen, bermuatn negatif

    HBD adalah Hydrogen Bond Donor
    pemberi ikatan hidrogen, bermuatn positif

    BalasHapus
  40. hay aurora, artikel anda menarik sekali
    menurut saya tujuan dari identifikasi farmakofor adalah agar dapat mendesain suatu obat baru dari struktur molekul suatu senyawa
    terimakasih

    BalasHapus
  41. Terimakasih aurora artikelnya sangat membantu

    BalasHapus
  42. Hallo Aurora.
    Saya akan menjawab pertanyaan nomor 2.
    Tujuan farmakofor yaitu untuk mengetahui bagian dari struktur obat yang aktif untuk menentukan efek dari suatu obat dan untuk memudahkan dalam membuat desain obat baru.
    Terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar Yustika, selain itu farmakofor juga bertujuan untuk menemukan gugus penting yang berikatan dengan reseptor, dan menemukan posisi relatif dalam ikatan gugus.

      Hapus
  43. Hai kak aurora, saya akan membantu menjawab soal pertama yakni fungsi farmakofor untuk menjelaskan struktur senyawa yang penting untuk pengikatan dengan reseptor dan menghasilkan farmakofor yang dapat digunakan untuk mengukur fitur struktur dari reseptor obat yang penting untuk aktivitas biologisnya dengan melihat aspek yangberperan terhadap proses pengikatannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah jawabannya tepat sekali ya Adek Anggi, dari hal yang di sebutkan diatas juga terdapat fungsi tambahan yaitu gugus farmakopor yaitu untuk mengetahui apakah suatu senyawa memiliki efek farmakologis atau tidak, Terimakasih.

      Hapus
  44. Alhamdulillah dengan membaca artikel ini, saya bisa mengetahui bagaimana cara identifikasi farmakofor.

    BalasHapus
  45. Saya akan menjawab pertanyaan nomor 1.
    1. Menemukan gugus penting yang berikatan dengan reseptor
    2. Menemukan posisi relatif dalam ikatan gugus
    3. Untuk mengetahui konformasi aktif
    4. Penting untuk mendesain obat
    5. Penting untuk menemukan obat baru

    BalasHapus
  46. Artikelnya sangat membantu sekali dan bermanfaat, termakasih ya.

    BalasHapus
  47. Altikelnya aduhai sekali
    Trmksih

    BalasHapus
  48. Artikelnya sangat bermanfaat sekali dalam membantu tugas kuliah. Terima kasih

    BalasHapus
  49. Semoga selalu sukses adek ku sayang..
    Love u adek cantik.💖💖

    BalasHapus
  50. Menarik nih artikelnyaa, sukses teruss ya

    BalasHapus
  51. Artikelnya sangat membantu sekali dan bermanfaat, termakasih ya.

    BalasHapus
  52. pertanyaan nomor 2 yaitu
    1.Mengetahui Suatu gugus-gugus yang penting dengan berikatan suatu reseptor
    2.Mengetahui posisi 3 dimensi dari suatu molekul-molekul
    3.untuk mengetahui konformasi aktif
    4.untuk merancang atau mendesign dari suatu obat
    5.Penting untuk penemuan suatu obat baru

    BalasHapus
  53. hallo aurora.. I try to answer number 1.. honestly I just copied it on google.. Pharmacophore is defined as “an ensemble of steric and electronic features that is necessary to ensure the optimal supramolecular interactions with a specific biologic target and to trigger (or block) its biologic response.

    BalasHapus
  54. Artikelnya sangat bermanfaat,smga bsa sharing2 lgi

    BalasHapus
  55. hallo aurora.. I try to answer number 1.. honestly I just copied it on google.. Pharmacophore is defined as “an ensemble of steric and electronic features that is necessary to ensure the optimal supramolecular interactions with a specific biologic target and to trigger (or block) its biologic response.

    BalasHapus