Farmakofor atau pharmacophore adalah konfigurasi spasial fitur penting yang memugkinkan molekul ligan untuk berinteraksi dengan reseptor target tertentu. Dengan tidak adanya struktur reseptor dikenal, farmakofor dapat diidentifikasi dari suatu sel ligan yang telah diamati untuk berinteraksi dengan reseptor sasaran. Sebuah farmakofor didefinisikan sebagai susuanan 3D fitur yang sangat penting untuk molekul ligan untuk berinteraksi dengan reseptor target dalam situs pengikatan tertentu.
Setelah diidentifikasi, farmakofor dapat berfungsi sebagai model penting untuk screening virtual , terutama dalam kasus dimana struktur 3D dari reseptor tidak diketahui dan teknik docking yang tidak berlaku (Dror, et al, 2010).
Farmakofor merupakan posisi geometrik tiga dimensi dari gugus-gugus yang terdapat di dalam suatu ligan yang membentuk suatu pola yang unik yang dapat dikenali oleh reseptor secara spesifik yang bertanggung-jawab terhadap proses pengikatan ligan dengan suatu reseptor dan aktivasi reseptor tersebut (Thomas, 2007).
Identifikasi Farmakofor
1. Menentukan ikatan antara gugus dengan molekul obat (3 Dimensi)
2. Konformasi aktif suatu molekul
3. Gugus molekul yang akan berikatan dengan reseptor
4. Penting untuk desain obat
5. Penting untuk penemuan obat
Jenis Ikatan di Farmakofor :
1.HBA (Hydrogen Bond Acceptor)
2.HBD (Hydrogen Bond Donor)
3.Ikatan Van der Waals
4.Ikatan Ion
Pendekatan farmakofor telah menjadi salah satu alat utama dalam penemuan obat. Berbagai metode berbasis ligan dan berbasis struktur telah dikembangkan untuk permodelan farmakofor yang lebih baik dan telah berhasil dan diterapkan luas. Fitur pendekatan farmakofor ini diharapkan dapat memperkecil waktu dan biaya dalam penemuan dan perkembangan obat baru. Fitur khas pada farmakofor yaitu : Sentral hidrofobik, cincin aromatik, akseptor atau donor hidrogen, kation dan anion. Titik farmakofer ini bisa saja terletak pada ligand itu sendiri atau bias terletak di reseptor.
STRUKTUR FARMAKOPOR 3D
Mendefinisikan posisi relatif di ruang kelompok pengikat penting.Pengetahuan tentang farmakofor, ataupengaturan3D-fitur padamolekul biologis yang aktif bertanggung jawab atas aktivitas farmakologisnya dapat membantu pencarian dan perancangan obat baru.
Konsep farmakophore banyak digunakan di zaman modern desain obat dan umumnya didefinisikan sebagai 3D mengatur fitur tertentu dan yang bertanggung jawab untuk aktivitas melawan target protein tertentu
Salah satu metode farmakofor yaitu metode ligand-based pharmacophore modeling yaitu dengan cara mengimpit/menggabungkan molekul aktif pada obat dan menggali ikatan kimia yang penting untuik aktivitasnya. Metode structure-based-pharmacophore designi dapat dilakukan dengan cara melihat interaksi antara target atau reseptor dengan makromolekul ligannya Pada metode structure-based pharmacophore design, dalam hal untuk pemodelan farmakofor, tahap selanjutnya yaitu diskrining secara virtual Metode ini bertujuan agar mendapatkan kandidat obat yang aktif sehingga dapat dijadikan dasar dalam pengujian aktivitas yang lebih lanjut. Selanjutnya, setelah itu dapat dilihat melalui aplikasi LigandScout yang akan memberikan hasil berupa basis kompleks antara ligand an makromolekul. Metode structure-based pharmacophore design sendiri dibagi menjadi 2 sub kategori, yaitu berbasis kompleks ligan dan makromolekul serta berbasis makromolekul (tanpa ligan) (Yang, 2011).
DAFTAR PUSTAKA
Dror, Orant, et al. 2010. A Novel Approach Efficient Pharmacophore Based Virtual Screening. Available at http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2767445 [ Diakses pada 14 Oktober 2017].
Thomas, E, et al. 2007. Identification anfd Preiiminary StructureActivity Relationship, Journal Of Natural Product , Vol 7 (8): 1278-1282.
Yang., P., Liu H.-C., Chen Y.-D., Yuan H.-L., Sun S.-L., Gao Y.-P., Yang P., Zhang L., Lu T., and Lu S. 2011. Combined Pharmacophore Modeling, Docking, and 3DQSAR Studies of PLK1 Inhibitors, Int. J. Mol. Sci., 12, 8713-8739.
PERTANYAAN
1.Apa fungsi utama farmakofor ?
2.Apa tujuan dari metode Farmakopor?
3.Bagaimana proses pengembangan model farmakopor?
4.Bagaimana cara mendesain suatu obat baru dari suatu senyawa yang sudah di ketahui kegunaanya?
5.Apa yang di maksud dengan HBA dan HBD ?
Baiklah saya akan mencoba menjawab
BalasHapuspertanyaan nomor 2 yaitu
1.Mengetahui Suatu gugus-gugus yang penting dengan berikatan suatu reseptor
2.Mengetahui posisi 3 dimensi dari suatu molekul-molekul
3.untuk mengetahui konformasi aktif
4.untuk merancang atau mendesign dari suatu obat
5.Penting untuk penemuan suatu obat baru
Terima kasih,jawaban yang sangat membantu:)
HapusBaiklah saya akan mencoba menjawab
BalasHapuspertanyaan nomor 2 yaitu
1.Mengetahui Suatu gugus-gugus yang penting dengan berikatan suatu reseptor
2.Mengetahui posisi 3 dimensi dari suatu molekul-molekul
3.untuk mengetahui konformasi aktif
4.untuk merancang atau mendesign dari suatu obat
5.Penting untuk penemuan suatu obat baru
Terima kasih,jawaban yang sangat membantu:)
HapusHayy aurora saya coba bantu jawab pertanyaan nomor 1 yaa
BalasHapusFarmakofor merupakan deskripsi abstrak dari fitur molekul yang penting untuk rekognisi molekul ligan berdasarkan fungsi makromolekul biologisnya.
Baik, terimakasih Diah Puspita:*
HapusTerima kasih Aurora. Artikelnya sangat membantu dan bermanfaat sekali
BalasHapusTerimakasih telah berkunjung Neysa :))
HapusJawaban 1
BalasHapusuntuk menjelaskan struktur senyawa yang penting untuk pengikatan dengan reseptor dan menghasilkan farmakofor yang dapat digunakan untuk mengukur fitur struktur dari reseptor obat yang penting untuk aktivitas biologisnya dengan melihat aspek yangberperan terhadap proses pengikatannya.
Jawaban 2
Gugus farmakofor penting (gugus fungsi), yaitu bagian molekul obat yang dapat memberikan aksi farmakologi. jd fungsi utama nya adalah mengetahui apakah suatu senyawa memiliki efek farmakologis atau tidak.
Terimakasih telah membantu Bang Peter..
HapusWaww, jawaban yang sangat detail, Terimakasih Peter
HapusHai Aurora, saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 2. Tujuan pharmacopore utk mengetahui bagian aktif dri suatu obat shg dpt dgunakan utk identifikasi obat baru. Di era skrg ada bbrp aplikasi utk desain obat baru seperti COMPUTER ASSISTED DRUG DESIGN (CADD) merupakan aplikasi komputer lebih terkini sebagai perangkat dalam proses desain obat. Aplikasi langsung dari CADD yakni mengoptimalkan kesesuaian ligan dengan suatu bagian aktif (site) pada reseptor, yg sudah saya singgunf sedikit di blog saya "review pharmacophore" silahkan mampir.
BalasHapusTerimakasih telah membantu menjawab Widyaa~
HapusHy aurora saya akan mencoba menjawab nomor 5,
BalasHapus1. Pilih satu set ligan pelatihan
2.Analisis konformasional
3.Superimposisi molekul
4.Abstraksi
5.Validasi
Terimakasih semoga membantu
Terimakasih atas jawaban yang di berikan:))
HapusTerimakasih aurora, artikelnya sangat membantu sekali. Semoga lebih baik kedepannya
BalasHapusTerimakasih, silahkan berkunjung kembali:))
HapusTujuan farmakofor:
BalasHapus1. Menemukan gugus penting yang berikatan dengan reseptor
2. Menemukan posisi relatif dalam ikatan gugus
3. Untuk mengetahui konformasi aktif
4. Penting untuk mendesain obat
5. Penting untuk menemukan obat baru
Pemaparan yang sangat baik Aura :))
HapusTerimakasih kak, artikel nya sangat bermanfaat 👍🙂
BalasHapusIyaaa baikku Terimakasih
HapusHai aurora, artikelnya sangat bermanfaat. Ditunggu artikel selanjutnya
BalasHapusIyaa, baik :)
HapusArtikel nya sangat bagus, semoga kedepannya bisa saling bertukar informasi dan ilmu. 👍🏼
BalasHapusTerimakasih, semoga artikel selanjutnya juga dapat membantu
HapusHello kakk, saya akan coba membantu menjawab pertanyaan no.4 :
BalasHapus1. Mencari senyawa penuntun (lead compound)
2. Manipulasi molekul (modifikasi molekul atau modifikasi struktur)
3. Merumuskan hubungan kuantitatif sementara antara strktur-aktivitas biologis dari senyawa yang jumlahnya terbatas dengan menggunakan statistik analisis regresi.
Terimakasih atas Pemaparan Fikri :)
HapusHalo Aurora, saya akan membantu menjawab soal no 2, jawabannya :
BalasHapus1. Menentukan ikatan antara gugus dengan molekul obat (3 Dimensi)
2. Konformasi aktif dari suatu molekul
3. Gugus molekul yang akan berikatan dengan reseptor
4. Penting untuk desain obat
5. Penting untuk penemuan obat
Terimakasih jawabannya Mardiana
HapusHallo Aurora Dwi Mitra. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan di atas. HBA merupakan singkatan dari Hydrogen Bond Acceptor. Maaf hanya ini yang datang saya bantu
BalasHapusTerimakasih telah berkunjung
HapusHai Auroraaaa
BalasHapusIyaa Halooo
HapusTerimakasih telah membantu ,artikel yang ditulis membantu menjawab tugas kuliah saya .
BalasHapusTerimakasih, senang bisa membantu :))
HapusHay Aurora,, artikelnya sangat bagus sekali, dan sangat mudah dipahami..terimakasih
BalasHapusTerimakasih lexsaaaa
HapusHai kak aurora, saya akan membantu menjawab soal pertama yakni fungsi farmakofor untuk menjelaskan struktur senyawa yang penting untuk pengikatan dengan reseptor dan menghasilkan farmakofor yang dapat digunakan untuk mengukur fitur struktur dari reseptor obat yang penting untuk aktivitas biologisnya dengan melihat aspek yangberperan terhadap proses pengikatannya.
BalasHapusPemaparan sangat membantu Atri, terimakasih
HapusHai auro
BalasHapusIyaa
HapusHai aurora, izinkan saya mencoba menjawab.
BalasHapusFungsi farmakofor:
1. Mendifinisikan gugus penting yang berikatan dengan reseptor
2. Menentukan struktur 3 dimensi dari suatu molekul
3. Untuk mengetahui komformasi aktif
4. Penting untuk desain Obat
5. Penting untuk menemukan obat baru.
Saya setuju dengan pendapat yang diberikan di atas
HapusIya benar sekali:))
Hapuscara identifikasi farmakofor :
BalasHapusTahapan pertama adalah tahapan identifikasi dan produksi senyawa aktif baru yang disebut senyawa induk atau senyawa penuntun (lead compound). Senyawa tersebut dapat diperoleh dari sintesis kimia, isolasi sumber bahan alam atau dari proses bioteknologi.
Tahapan kedua adalah tahapan optimasi yaitu tahapan sintesis modifikasi senyawa induk agar diperoleh senyawa yang lebih poten. lebih selektif dan efek toksik yang minimal. Termasuk tahapan ini adalah penentuan dan analisis hubungan struktur dengan aktivitas biologik senyawa-senyawa hasil modirlkasi.
Tahapan ketiga adalah optimasi proses sintesis dalam jumlah . besar senyawa terpilih dan modiilkasi untuk sifat farmakokinetik dan farmasetik agar menjadi lebih sesuai untuk pemakaian klinik. Termasuk tahapan ini adalah pembuatan formulasi agar absorpsi lebih baik, lebih larut dalam air ataupun untuk lepas lambat. Selain itu juga untuk menghilangkan beberapa sifat yang tidak menyenangkan bagi pasien seperti rasa yang tidak eilak, efek iritasi lambung atau rasa sakit pada pember ian parenteral
Sukses buatmu kedepannya salam dari mantan tetangga kost
Penjelasan yang sangat Baik ,
HapusTerimakasih telah berkunjung :))
Perkenalkan saya iin dwi dari uin suska riau. Hanya bisa membantu kepanjangan dari HBD adalah hydrogen bond donor terimakasih
BalasHapusIyaa terimakasih:))
HapusHai Aurora, tulisay Sangat bermanfaat. Mau nanya dong kelebihan dari metode identifikasi farmakopor ini apa?
BalasHapusHalo kharina, kelebihan dari metode ini yaitu dapat mengetahui struktur dr obat itu sendiri tentunya jika mau menentukan struktur baru dari turunannya.Selain itu juga untuk menghemat biaya penelitian dan waktu yang digunakan dalam meneliti ata mendesaign obat baru, Terimakasih.
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMasyaaallah... Makasih Aura, artikel nya bermanfaat banget. Semangat semangat berbagi ilmu selalu !! ^^
BalasHapusTerimakasih atas support nya Winny ^^
HapusTerima kasih sudah menulis , artikel yg sangat menarik, dsni sya akan coba jwb pertanyaan no 3 ada 2 langkah pengembangan model farmakofor
BalasHapus1. pemilihan sekumpulan ligan aktif yang diketahui untuk terikat pada target yang sama (daerah pengikatan yang sama)
2. analisis konformasi untuk mengembangkan farmakofor 3D yang umum dan Penentuan Query Pharmacophore dengan menggunakan Molecular Operating Environment (MOE)
Jawaban yang sanags baik Bela, terimakasih
HapusBaik saya Afiq Kurniawan inginkan menyempurnakan jawaban pertanyaan nomor 4 cara mendesain suatu obat baru dari suatu senyawa yang sudah di ketahui kegunaanya, yaitu dengan
BalasHapus-. Hasil analisis regresi kemudian dievaluasi dan merancang sejenisnya untuk mengembangkan dan menyempurnakan hubungan tersebut
-. Merancang penggunaan bentuk sediaan obat yang sesuai.
-. Merancang aturan dosis yang sesuai
-. Evaluasi Klinik
Terimakasih telah menyempurnakan jawaban yang ada Afiq :))
HapusUwo cubo jawab
BalasHapus1. Fungsinya mencari jati diri wkwkwkkkkk
2. Tujuannya kesuksesan
3. Proses nya dijalani saja
4. Ya d buat lah, mana bisa kalo tanya saja kalo tidak d buat
5. HBA gubernur Jambi
Boleh juga nih. Kadang pelru di bawa sante bro haha 😅
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusBaik, terimakasih telah membaca artikel yang ditulis
HapusApakah metode farmakofor sudah paling tepat untuk penemuan obat? atau ada metode yg lebih baik lagi untuk penemuan obat?
BalasHapusAssalamu'alaikum artikel nya sangat bagus sekali aurora.
BalasHapusBaiklah saya akan coba menjawab pertanyaan nomor :
2. Apa tujuan dari metode farmakopor?
> Untuk mengetahui bagian dari struktur obat yang aktif
> Untuk menentukan efek dari suatu obat
> Untuk memudahkan membuat desain obat baru
5. Apa yang dimaksud dengan HBA dan HBD?
> HBA (Hydrogen Bond Acceptor) : Adalah suatu pasangan elektron bebas dari reseptor untuk menerima ikatan hidrogen bebas
> HBD (Hydrogen Bond Donor) : Mendonorkan pasangan elektron bebas
Jawaban yang sangat membantu Nur, terimakasih telah berkunjung, semangat untuk kedepannya
HapusHai raaa, artikelnya sangat membantu, terima kasih banyak yaa
BalasHapusIyaa, samasamaaa
HapusHallo Aurora... Artikelnya bagus banget . Thanks a lot for this article. :)
BalasHapusOkee, y'welcome baby
HapusArtikelnya bagus
BalasHapusTerimakasih
HapusArtikelnya bagus sekali mbak Aurora , sangat bermanfaat :)
BalasHapusTerimakasi telah menyempatkan waktu membaca
HapusHay aurora pemaparan nya bagus,bisa ditingkatkan lagi agar bisa lebih bermanfaat
BalasHapusIyaa, terima kasih atas masukannya
HapusHai aurora saya coba membantu menjawab no 5
BalasHapus1. Pilih satu set ligan pelatihan
2.Analisis konformasional
3.Superimposisi molekul
4.Abstraksi
5.Validasi
Terimakasih semoga membantu
Terimakasih kak Ai
HapusHai auror
BalasHapusPenjelasannya sangat membantu
Terimakasih :)
Baik, samasama
HapusSaya menangkap poin yang Anda paparkan di atas, di sini saya mendapat tambahan ilmu untuk diimplementasikan dalam proses pendidikan saya saat ini.
BalasHapusSenang bisa membantu
HapusHaii aurora, artikelnya sangat membantu saya dlm mengerjakan tgs yg ada, kalau boleh bertanya bagaimanasih menurut aura cara kita mengindentifikasi farmakofor itu? Tolong di bantu jawab ya, terimakasih
BalasHapusBaik mega, cara identifikasi farmakFarm yaitu:
Hapus1. Menentukan ikatan antara gugus dengan molekul obat (3 Dimensi)
2. Konformasi aktif suatu molekul
3. Gugus molekul yang akan berikatan dengan reseptor
4. Penting untuk desain obat
5. Penting untuk penemuan obat
Tujuan identifikasi farmakofor adalah untuk menemukan gugus penting yang berikatan dengan reseptor sehingga dapat dimodifikasi dan menghasilkan efek yang berbeda, Menemukan posisi relatif dalam ikatan gugus, Untuk mengetahui konformasi aktif, supaya dapat digunakan untuk mendesain obat dan juga untuk menemukan obat baru..
BalasHapusTerima kasih semoga jawaban sy dpt membantu anda..
Sangat membantu sekali jawabannya Bela
HapusHBA adalah Hydrogen Bond acceptor, penerima ikatan hidrogen, bermuatn negatif
BalasHapusHBD adalah Hydrogen Bond Donor
pemberi ikatan hidrogen, bermuatn positif
Baik kak Leaaa, terima kasih
Hapushay aurora, artikel anda menarik sekali
BalasHapusmenurut saya tujuan dari identifikasi farmakofor adalah agar dapat mendesain suatu obat baru dari struktur molekul suatu senyawa
terimakasih
Terimakasih Cindy
HapusTerimakasih aurora artikelnya sangat membantu
BalasHapusIya Liddinii
HapusHallo Aurora.
BalasHapusSaya akan menjawab pertanyaan nomor 2.
Tujuan farmakofor yaitu untuk mengetahui bagian dari struktur obat yang aktif untuk menentukan efek dari suatu obat dan untuk memudahkan dalam membuat desain obat baru.
Terimakasih.
Benar Yustika, selain itu farmakofor juga bertujuan untuk menemukan gugus penting yang berikatan dengan reseptor, dan menemukan posisi relatif dalam ikatan gugus.
HapusHai kak aurora, saya akan membantu menjawab soal pertama yakni fungsi farmakofor untuk menjelaskan struktur senyawa yang penting untuk pengikatan dengan reseptor dan menghasilkan farmakofor yang dapat digunakan untuk mengukur fitur struktur dari reseptor obat yang penting untuk aktivitas biologisnya dengan melihat aspek yangberperan terhadap proses pengikatannya
BalasHapusWah jawabannya tepat sekali ya Adek Anggi, dari hal yang di sebutkan diatas juga terdapat fungsi tambahan yaitu gugus farmakopor yaitu untuk mengetahui apakah suatu senyawa memiliki efek farmakologis atau tidak, Terimakasih.
HapusAlhamdulillah dengan membaca artikel ini, saya bisa mengetahui bagaimana cara identifikasi farmakofor.
BalasHapusSaya akan menjawab pertanyaan nomor 1.
BalasHapus1. Menemukan gugus penting yang berikatan dengan reseptor
2. Menemukan posisi relatif dalam ikatan gugus
3. Untuk mengetahui konformasi aktif
4. Penting untuk mendesain obat
5. Penting untuk menemukan obat baru
Artikelnya sangat membantu sekali dan bermanfaat, termakasih ya.
BalasHapusiyaa sama sama
HapusAltikelnya aduhai sekali
BalasHapusTrmksih
Mantap bangsss :)))
HapusArtikelnya sangat bermanfaat sekali dalam membantu tugas kuliah. Terima kasih
BalasHapusIyaa samasama
HapusSemoga selalu sukses adek ku sayang..
BalasHapusLove u adek cantik.💖💖
Terimakasih kakakkkk <3
HapusMenarik nih artikelnyaa, sukses teruss ya
BalasHapusSiapp cinnn ~
HapusArtikelnya sangat membantu sekali dan bermanfaat, termakasih ya.
BalasHapusBaik Ovi ~
Hapuspertanyaan nomor 2 yaitu
BalasHapus1.Mengetahui Suatu gugus-gugus yang penting dengan berikatan suatu reseptor
2.Mengetahui posisi 3 dimensi dari suatu molekul-molekul
3.untuk mengetahui konformasi aktif
4.untuk merancang atau mendesign dari suatu obat
5.Penting untuk penemuan suatu obat baru
iyaa, benar sekali Bernike
Hapushallo aurora.. I try to answer number 1.. honestly I just copied it on google.. Pharmacophore is defined as “an ensemble of steric and electronic features that is necessary to ensure the optimal supramolecular interactions with a specific biologic target and to trigger (or block) its biologic response.
BalasHapusThanks for visiting ma blog, Bro:*
HapusArtikelnya sangat bermanfaat,smga bsa sharing2 lgi
BalasHapushallo aurora.. I try to answer number 1.. honestly I just copied it on google.. Pharmacophore is defined as “an ensemble of steric and electronic features that is necessary to ensure the optimal supramolecular interactions with a specific biologic target and to trigger (or block) its biologic response.
BalasHapus