RAPID
(Randomized Pharmacophore Identification For Drug Design)
Farmakofor
menurut IUPAC adalah faktor sterik dan elektronik yang
diperlukan untuk memastikan terjadinya interaksi molekuler secara optimal
dengan struktur target biologis spesifik sebagai penginduksi atau penghambat
respon biologis(Hamzah et al,2015)
Menurut
Hamzah et al (2014) Pemodelan farmakofor berbasis ligan telah menjadi strategi
dibidang komputasi khususnya untuk memudahkan penemuan obat khususnya agonis
dan antagonis reseptor estrogen alfa yang digunakan sebagai
terapi kanker leher rahim tanpa adanya sasaran struktur makromolekul dengan
menggunakan aplikasi MOE.
Farmakofor merupakan posisi
geometrik tiga dimensi dari gugus-gugus yang terdapat di dalam suatu ligan yang
membentuk suatu pola yang unik yang dapat dikenali oleh reseptor secara
spesifik yang bertanggung-jawab terhadap proses pengikatan ligan dengan suatu
reseptor dan aktivasi reseptor tersebut (Thomas, 2007).
RAPID
(Randomized Pharmacophore Identification Drug Design) adalah sistem perangkat
lunak yang terintegrasi dengan mencoba mengidentifikasi invariants
geometrik di antara kumpulan molekul ligan kecil seperti molekul. RAPID
sebagai metode komputerisasi yang digunakan untuk tujuan penentuan analisis dan
identifikasi komfor suatu ligan sehingga dapat digunakan untuk dasar atau bahan
pembuatan dan desain obat-obatan farmasi baru yang sesuai dengan kebutuhan.
Desain
obat merupakan proses iterasi dimulai dengan penentuan senyawa yang menunjukkan
sifat biologi penting dan diakhiri dengan langkah optimasi, baik dari profil
aktivitas maupun sintesis senyawa kimia. Tanpa pengetahuan lengkap tentang
proses biokimia yang bertanggungjawab terhadap aktivitas biologis, hipotesis
desain obat pada umumnya didasarkan pada pengujian kemiripan struktural dan
pembedaan antara molekul aktif dan tak aktif. Kombinasi antara strategi
mensintesis dan uji aktivitasnya menjadi sangat rumit dan memerlukan waktu yang
lama untuk sampai pada pemanfaatan obat. Dengan kemajuan di bidang kimia
komputasi, peneliti dapat menggunakan komputer untuk mengoptimasi aktivitas,
geometri dan reaktivitas, sebelum senyawa disintesis secara eksperimental. Hal
ini dapat menghindarkan langkah sintesis suatu senyawa yang membutuhkan waktu
dan biaya mahal, tetapi senyawa baru tersebut tidak memiliki aktivitas seperti
yang diharapkan.
Dua
metode yang saling melengkapi dalam penggunaan komputer sebagai alat bantu
penemuan obat, adalah ligand-based drug design (LBDD) yaitu
rancangan obat berdasarkan ligan yang sudah diketahui, dan structure-based
drug design (SBDD) yaitu rancangan obat berdasarkan struktur target
yang didasarkan pada struktur target reseptor yang bertanggung jawab atas
toksisitas dan aktivitas suatu senyawa didalam tubuh. Metode LBDD yang
lazim digunakan adalah pharmacophore discovery, hubungan
kuantitatif struktur-aktivitas (HKSA/QSAR), dan docking molekular (molecular
docking). Sedangkan SBDD memanfaatkan informasi dari struktur protein
target untuk mencari sisi aktif protein yang berikatan dengan senyawa obat.
Berdasarkan prediksi sisi aktif dapat dirancang senyawa yang diharapakan
berikatan dengan protein target tersebut dan memiliki aktivitas biologis.
Kimia komputasi adalah cabang kimia
yang menggunakan hasi l kimia teori yang diterjemahkan ke dalam program
komputer untuk menghitung sifat-sifat molekul dan perubahannya. Kimia komputasi
dapat pula melakukan simula i terhadap sistem-sistem besar (atau banyak molekul
protein gas, cairan, padatan, dan kristal cair) , dan menerapkan program
tersebut pad a sistem kimia nyata . Contoh sifat-sifat molekul yang dihitung
antara lain struktu r atom , energi da n selisih energi , muatan, momen dipol ,
kereaktifan , frekuensi getaran dan besaran spektroskopi Iainnya . Simulasi
terhadap makromolekul (seperti protein dan asa m nukleat ) da n sistem besar
bisa mencakup kajian konformasi molekul dan perubahannya (mis . proses
denaturasi protein), perubahan fasa , serta peramalan sifat-sifat makroskopik
(sepert i kalor jenis ) berdasarkan perilaku ditingkat atom dan molekul .
Metode yang digunakan dalam
rancangan obat rasional antara lain adalah :
a. Rancangan
obat dengan bantuan komputer (Computer assited Drug Design = CADD)' terutama
berhubungan dengan parameter kimia fisika yang terlibat dalam
aktivitas obat,hubungan kuantitatif struktur-aktivitas dan model kimia kuantum
atau perhitungan orbit molekul.
b. Grafik
molekul, terutama untuk mengetahui bentuk konformasi dan model molekul senyawa
sebagai petunjuk dalam rancangan analog.
c. Kesesuaian
reseptor (Reseptor-fit), untuk karakterisasi reseptor farmakologis dan melihat
model interaksi obat-reseptor atau substrat-enzim serta ikatan-ikatan kimia
yang terlibat dalam interaksi obat-reseptor.
PERTANYAAN
1.
Keuntungan
dan kerugian RAPID?
2. Bagaimana
merancang obat secara rasional?
3.Kenapa menggunakan RAPID untuk identifikasi design obat?|
Hallo Aurora.
BalasHapusArtikelnya sangat bermanfaat. Terimakasih
Terimakasih Yustika
HapusHai aurora. Pemaparannya bagus sekali
BalasHapusTerimakasih Halimah
HapusBaiklah saya coba jwab pertnyaan nmor2. Cara rancang obat yaitu dengan mengidenfifikasi senyawa untuk selanjutnya dilakukan perparasi ligan dan reseptornya. Semoga membantu jwabnnya :)
BalasHapusTerimakasih atas informasi nya putzul
HapusHai aurora artikelnya baik sekali
BalasHapusTerimakasih
HapusHai aurora artikelnya baik sekali
BalasHapushai, artikelnya menambah pengetahuan pembaca. terimakasih :)
BalasHapusTerimakasih telah berkunjung audiaq
HapusHai aurora. saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 1.
BalasHapusKeunggulan
1. Berguna untuk proyek-proyek tempat persyaratan-persyaratan pengguna tidak pasti dan tidak tepat.
2. Mendorong pengguna aktif dan partisipasi manajemen (berkebalikan dengan reaksi pasif pada model-model sistem yang tidak bekerja). Hal ini meningkatkan antusiasme pengguna akhir pada proyek.
3. Proyek-proyek memiliki visibilitas dan dukungan lebih tinggi karena keterlibatan pengguna yang ekstensif selama proses.
4. Para pengguna dan manajemen melihat solusi-solusi yang berbasis perangkat lunak dan bekerja lebih cepat daripada pengembangan yang model-driven.
5. Error dan penghilangan cenderung untuk dideteksi lebih awal dan prototype daripada dalam model sistem.
Kelemahan
1. Beberapa orang berpendapat bahwa RAD mendorong mentalitas “mengkode, mengimplementasi, dan memperbaiki” yang meningkatkan biaya seumur hidup yang diperlukan untuk mengoperasikan, mendukung dan merawat sistem.
2. Prototype-prototype RAD dapat dengan mudah memecahkan yang salah karena analisis masalah disingkat atau diabaikan.
3. Prototype berbasis RAD mungkin membuat para analis minder untuk mempertimbangkan alternatif-alternatif teknis lain yang lebih bernilai.
4. Kadang-kadang lebih baik membuang sebuah prototype, tapi para stakeholder enggan melakukannya karena menganggapnya sebagai hilangnya waktu dan usaha dalam produk saat ini.
5. Penekanan pada kecepatan dapat berdampak terhadap kualitas yang disebabkan jalan-jalan pintas yang disarankan dengan buruk melalui metodologi tersebut.
terimakasih
Terimakasih sdh mmbntun sy untuk memahami
BalasHapusIya sama sama liddini
HapusTerimakasih sdh mmbntun sy untuk memahami
BalasHapusIyaa Liddini
Hapushy aurora artikel anda sangat membantu saya
BalasHapusterimakasih
Iya cindu
BalasHapus